Langsung ke konten utama

Film Okeh #1


       Pernah penasaran ga dengan rasa kalo badan kita sakit keras? Dengan film, mungkin kita bisa mulai berempati. Ada dua film yang bercerita tentang perjuangan sang tokoh utama sembuh dari penyakit. Etapi ga semua dink. Yang satu putus asa karena sakit, yang satu malah move on dari penyakitnya. Penasaran? Oke kita mulai dari yang pertama.
   1.  "Le Scaphandre et le Papillon" (The Diving Bell and the Butterfly)
Sumber
       Film produksi Perancis ini bercerita tentang seorang jurnalist senior di majalah “Elle”. Di kala sehat, karirnya sangat moncer, stylish, di cintai anak dan pacar. Bisa dikata hidupnya lengkap.
    Namun suatu hari, tiba-tiba serangan stroke menghantam pada saat doi mengendarai mobil. Untung tidak terjadi kecelakaan. Tetapi dampaknya sungguh sangat parah. Seluruh anggoota badan tidak bisa digerakkan kecuali satu, bola mata sebelah kiri.
    Nah inilah inti dari cerita keseluruhan film. Bagaimana seorang dengan satu mata bisa menghadapi hidup. Apakah dia putus asa, atau malah bangkit? Tonton deh, bagus kok. J



  2.  "Mar Adentro" (The Sea Inside.)
sumber

Kalau ini adalah film produksi Spanyol. Di bintangi Javier Bardem yang juga main di “Eat Pray and Love. Tahu sendiri kan bagaimana kegagahan seorang Javier di film-film yang pernah dia bintangi. Begitulah wujud dia saat sehat. Sayangnya kesehatan yang dia dapatkan hanya dirasakan saat dia masih muda. Rentang waktu zaman muda sampai dengan latar waktu film ini dilewatkannya dengan mengalami kelumpuhan akibat tulang rusuk yang patah.
Dalam rentang waktu tersebut , si tokoh mengalami konflik batin. Macam-macam yang dia rasa. Karena sangat putus asa, akhirnya dia mengambil keputusan yang sangat ekstrem. Tetapi orang-orang ga mau dia meninggal dengan cara seperti itu. termasuk pemerintah setempat. Penasaran dengan langkah ekstremnya dan konflik2 yang terjadi. Tonton juga ini film. J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Backpaker -Season 2- (Masih Rencana)

      Bulan Maret, musim backpaker, tinggal nungu beberapa hari lagi. Tahun lalu gw udah bisa keliling jawa dengan modal 550K aja. And it was epic holiday :D gw ketagihan, padahal baru pertama. hahaha       Nah untuk tahun ini, gw rencanain tanggal 18 Maret nanti. Tapi start mulai malamnya. Sayang sekali untuk tahun ini gw cuma bisa backpaker selama 3 hari. Kesibukan kerja bikin waktu luang yang dulu terbuang-buang kini udah g bisa dirasain lagi. Ini pun klo ga dipaksa pasti ga berangkat. Tujuan backpaker tahun ini cuma dua aja, di dalam kota (tapi masuk pelosok kabupaten) dan kota sebelah. 1.               1. Kawasan Dolly        Kenapa kawasan dolly? –ihhhh jangan-jangan mau ngapa-ngapain nih :P -        Iya juga sih, udah tua gini kok kesannya gimana ya belum ngelakuin “ begituan ”. Hehehe. Tapi jangan piktor dulu, yang dimaksud “ begituan ” itu bukan sesuatu ...

Jakarta

Aku sediki terkejut. Malam ini aku merindukan Jakarta. Gara-gara sebuah twit berisi potret kehidupan malam di pasar benhil. Tone warnanya bagus. Objek fotonya dramatis. Seketika aku teringat suasana saat di Jakarta: orang-orang ngantuk di KRL saat berangkat dan pulang dari pekerjaan, di dalam busway yang remnya selalu terasa hentakannya, obrolan di ojol yang lebih banyak tidak terdengarnya. Kemana mana naik umum atau motor untuk menghindari macet. Terkadang ketemu orang baik, kadang orang jahat, kebanyakan cuek. Mungkin cuek karena capek. Jakarta masih ramai jam Sembilan. Masih banyak yang berdagang. Masih banyak yang menunggu orderan. Masih banyak yang melayani pelanggan. Ada yang sibuk telephonan, maklum sedang di rantauan. Karyawan mungkin sedang terkapar di kos-kosan. Pekerjaan menyita waktu seharian. Romantisme Jakarta belum ada tandingan. Mungkin aku yang belum pernah bepergian. Ya sudahlah, ini tentang Jakarta yang di foto mas tadi. Jakarta tempat berjuang. Ini link fotonya ...

Dikampleng wong Maguwo!

Suatu Ketika saya berada di rumah saudara saya di salah satu desa di daerah Maguwo, Jogja. Waktu itu hari Jumat. Saya baru sampai dari Jakarta. Touchdown rumah saudara jam 11 pagi menjelang orang orang berangkat jumatan. Seperti kelaziman umumnya, saya mandi segera setelah memasuki rumah. Sepupu saya yang masih euphoria dengan kedatangan saya kemudian bertanya, om mau ikut jumatan? Saya jawab tidak. Saya sangat ngantuk saat itu. Saya berangkat jam 3 pagi, bangun jam 2 untuk melakukan persiapan. Om titip sedekah jumat ya buat di masjid, sambil saya pergi ke kamar ambil uang di dompet. sebelum saya lanjutkan, saya ingin bertanya kepada kalian. Kalau kalian sedekah, biasanya berapa? Seribu, dua ribu, lima ribu, sepuluh, dua puluh, lima puluh, seratus, atau mix dari angka angka pecahan uang tersebut? Kembali ke cerita, setelah mendapatkan dompet, saya kemudian membukanya. Sambil menjawab ke sepupu saya tadi, wah dek, ga ada uang kecil. Adanya uang merah. YA SAMA LAH! Sontak jawab di...