Langsung ke konten utama

Backpaker -Season 2- (Masih Rencana)

      Bulan Maret, musim backpaker, tinggal nungu beberapa hari lagi. Tahun lalu gw udah bisa keliling jawa dengan modal 550K aja. And it was epic holiday :D gw ketagihan, padahal baru pertama. hahaha
      Nah untuk tahun ini, gw rencanain tanggal 18 Maret nanti. Tapi start mulai malamnya. Sayang sekali untuk tahun ini gw cuma bisa backpaker selama 3 hari. Kesibukan kerja bikin waktu luang yang dulu terbuang-buang kini udah g bisa dirasain lagi. Ini pun klo ga dipaksa pasti ga berangkat.
Tujuan backpaker tahun ini cuma dua aja, di dalam kota (tapi masuk pelosok kabupaten) dan kota sebelah.
1.       
      1. Kawasan Dolly
       Kenapa kawasan dolly? –ihhhh jangan-jangan mau ngapa-ngapain nih :P-
       Iya juga sih, udah tua gini kok kesannya gimana ya belum ngelakuin “begituan”. Hehehe. Tapi jangan piktor dulu, yang dimaksud “begituan” itu bukan sesuatu yang hanya berhubungan dengan selangkangan aja. “Begituan” banyak maksudnya, yang pasti maksud gw termasuk baik kok. Gw tanggal 18 Maret nanti mau nemenin temen yang mau ultah. Tujuan dia kesitu cuma satu, itupun termasuk absurd klo menurut gw, “pengen ngepost notes pas malam ulang tahunnya” :D absurd kan? Gimana ga absurd? Jauh-jauh dari jakarta cuma pengen nulis trus ngeklik tombol “post” aja sampe ke dolly. Klo emang mau diklik-kan penghuni sana, harusnya kan ga pelu jauh2 ke surabaya, karena di Jakarta ada taman lawang. :D
      Yah klo dibandingkan dengan lokalisasi lain di Indonesia, Dolly punya kelebihan daripada lokalisasi lainnya. Kenapa? Pertama karena Dolly legal >> sampe sekarang, walau sudah terkenal seluruh jagad tetep belum digusur kan. :D Kedua>> karena Dolly adalah lokalisasi TERBESAR DI ASIA TENGGARA. Karena tempatnya yang aneh, gw sih mau-mau aja kesana. 
Apa ga takut kenapa-napa disananya?
      Emm... asalkan tujuannya baik, Insya Alloh akan baik juga akhirnya. Bismillah aja lah. Mumpung masih muda, nyari pengalaman dulu, buka lebar-lebar pengetahuan mengenai kehidupan di tempat itu seperti apa, agar bisa mengambil pelajaran yang baik-baik dan menerapkannya di hidup kita. Ilmu kan ada dimana-mana, asikkan dapat ilmu gratis dengan cara yang menyenangkan? Pastinya. :D

2.       Pulau Sempu
Hah? Ga salah? Bukannya ni pulau ada di wilayah tempat tinggal TS?

      Yup benar sekali. Emang pulau ini ada di wilayah Malang, sama kayak tempat tinggal gw. Tapi walau satu kota, jaraknya tetep jauh bos! Gw tinggal di suburb bagian utara Malang, di kecamatan Lawang. Sedangkan pulau ini ada di bagian selatan Malang, di kecamatan Sumbermanjing Wetan yang berbatasan dengan Samudera Hindia. Dari ujung ke ujung lah jaraknya.
      Keinginan untuk ke pulau ini sebenernya udah ada sejak sma dulu. Entah udah berapa banyak alasan yang bikin hal ini ga jadi terus. Padahal teman saya yang asalnya dari Magelang dan Jakarta aja udah ke pulau ini. Masa penduduk aslinya belum pernah kesana. Ngik banget kan. Hahaha

      Pulau ini termasuk kecil, tapi keindahannya udah tersebar sampe keluar negeri. ekosistem pulaunya masih terjaga karena pulau ini termasuk cagar alam untuk di wilayah Jawa Timur (ada macan tutulnya loh :D). Yang paling seru, di bagian selatan pulau, ada danau yang airnya berasal dari deburan ombak Samudera Hindia. Ga terlalu dalam dan ada terumbu karangnya. Weh weh weh... jadi makin mupeng kan. Hahaha. :D

      Yah semoga backpaker tahun ini bisa lancar jaya seperti tahun kemarin. dan semoga untuk tahun ini bisa menyamai alih-alih melebihi ke-epic-an backpaker tahun kemarin. Insya Alloh D:

Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah,berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanahair yang paling cantik di dunia”.
Soekarno. Semarang, 29 Juli 1956 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jakarta

Aku sediki terkejut. Malam ini aku merindukan Jakarta. Gara-gara sebuah twit berisi potret kehidupan malam di pasar benhil. Tone warnanya bagus. Objek fotonya dramatis. Seketika aku teringat suasana saat di Jakarta: orang-orang ngantuk di KRL saat berangkat dan pulang dari pekerjaan, di dalam busway yang remnya selalu terasa hentakannya, obrolan di ojol yang lebih banyak tidak terdengarnya. Kemana mana naik umum atau motor untuk menghindari macet. Terkadang ketemu orang baik, kadang orang jahat, kebanyakan cuek. Mungkin cuek karena capek. Jakarta masih ramai jam Sembilan. Masih banyak yang berdagang. Masih banyak yang menunggu orderan. Masih banyak yang melayani pelanggan. Ada yang sibuk telephonan, maklum sedang di rantauan. Karyawan mungkin sedang terkapar di kos-kosan. Pekerjaan menyita waktu seharian. Romantisme Jakarta belum ada tandingan. Mungkin aku yang belum pernah bepergian. Ya sudahlah, ini tentang Jakarta yang di foto mas tadi. Jakarta tempat berjuang. Ini link fotonya ...

Dikampleng wong Maguwo!

Suatu Ketika saya berada di rumah saudara saya di salah satu desa di daerah Maguwo, Jogja. Waktu itu hari Jumat. Saya baru sampai dari Jakarta. Touchdown rumah saudara jam 11 pagi menjelang orang orang berangkat jumatan. Seperti kelaziman umumnya, saya mandi segera setelah memasuki rumah. Sepupu saya yang masih euphoria dengan kedatangan saya kemudian bertanya, om mau ikut jumatan? Saya jawab tidak. Saya sangat ngantuk saat itu. Saya berangkat jam 3 pagi, bangun jam 2 untuk melakukan persiapan. Om titip sedekah jumat ya buat di masjid, sambil saya pergi ke kamar ambil uang di dompet. sebelum saya lanjutkan, saya ingin bertanya kepada kalian. Kalau kalian sedekah, biasanya berapa? Seribu, dua ribu, lima ribu, sepuluh, dua puluh, lima puluh, seratus, atau mix dari angka angka pecahan uang tersebut? Kembali ke cerita, setelah mendapatkan dompet, saya kemudian membukanya. Sambil menjawab ke sepupu saya tadi, wah dek, ga ada uang kecil. Adanya uang merah. YA SAMA LAH! Sontak jawab di...