Langsung ke konten utama

Zombie Love Song - Your Favorite Martian



Zombie Love Song
You don’t know me, baby, but I’ve seen you around.
It might be kind of crazy, but I’m just new in town.
And now I wonder what you’d think if I said, hey look
I’d like to get your number and a link to your Facebook.
Now if I tell you what a nice guy’s supposed to
Would that compel you not to scream when I approach you?
You’ll have to promise me you’ll take this news calmly,
But honestly, I’m sort of a zombie.
I knew you’d be surprised. You can bet that I
May not be alive, but I sure as hell ain’t dead inside.
What’s with the shotty? I ain’t wishing you harm.
You see, I’d try to hold your hand but I’m missing an arm.
Brains are all I’ve eaten all week it’s true,
But if my heart were still beating, it would beat for you.
So let me take you to Wendy’s. You deserve it.
Yeah, I’m a zombie, baby. Ain’t nobody perfect.
I’ll chase you through the yard and all through the house into the dark.
I wanna steal your heart and eat your brains.
I’ve never been so true, but if my heart were still beating, it would beat for you.
I wanna steal your heart and eat your brains.
Baby, sometimes I bite, and you can bet
That I’ve got an appetite for human flesh.
I’ll always be near though. You’ll have to accept that
When I nibble on your earlobe you might get infected.
Cause I fell in love with you and I’m
Undead but you make me feel alive.
And when I chase you through the graveyard
It feels like foreplay.
If I’m lying I’m dying, and I speak truly
When I say I love your mind. I’ll take brains over beauty.
We’ll be the undead Dagwood and Blondie
When I teach you how to zombie, teach you, teach you how to zombie.
And everybody will love you, and you can sing along
to this post-apocalyptic, postmortem love song.
So give me a chance,girl. You know I’ll be worth it.
Yeah, I’m a zombie, baby. Ain’t nobody perfect.
I’ll chase you through the yard and all through the house into the dark.
I wanna steal your heart and eat your brains.
I’ve never been so true, but if my heart were still beating, it would beat for you.
I wanna steal your heart and eat your brains.
Brains. Brains. Brains. Brains.
Brains. Brains.
I’ll chase you through the yard and all through the house into the dark.
I wanna steal your heart and eat your brains.
I’ve never been so true, but if my heart were still beating, it would beat for you.
I wanna steal your heart and eat your brains.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Backpaker -Season 2- (Masih Rencana)

      Bulan Maret, musim backpaker, tinggal nungu beberapa hari lagi. Tahun lalu gw udah bisa keliling jawa dengan modal 550K aja. And it was epic holiday :D gw ketagihan, padahal baru pertama. hahaha       Nah untuk tahun ini, gw rencanain tanggal 18 Maret nanti. Tapi start mulai malamnya. Sayang sekali untuk tahun ini gw cuma bisa backpaker selama 3 hari. Kesibukan kerja bikin waktu luang yang dulu terbuang-buang kini udah g bisa dirasain lagi. Ini pun klo ga dipaksa pasti ga berangkat. Tujuan backpaker tahun ini cuma dua aja, di dalam kota (tapi masuk pelosok kabupaten) dan kota sebelah. 1.               1. Kawasan Dolly        Kenapa kawasan dolly? –ihhhh jangan-jangan mau ngapa-ngapain nih :P -        Iya juga sih, udah tua gini kok kesannya gimana ya belum ngelakuin “ begituan ”. Hehehe. Tapi jangan piktor dulu, yang dimaksud “ begituan ” itu bukan sesuatu ...

Monas, di Suatu Malam

Setelah mengantar kepulangan teman, kami singgah di taman sebelah stasiun. Kebetulan kami sedang ingin refresh dari hal-hal menjenuhkan ibukota. Setelah jepret sana jepret sini, kami pun pulang. Dengan saya yang langsung masuk angin.

Jakarta

Aku sediki terkejut. Malam ini aku merindukan Jakarta. Gara-gara sebuah twit berisi potret kehidupan malam di pasar benhil. Tone warnanya bagus. Objek fotonya dramatis. Seketika aku teringat suasana saat di Jakarta: orang-orang ngantuk di KRL saat berangkat dan pulang dari pekerjaan, di dalam busway yang remnya selalu terasa hentakannya, obrolan di ojol yang lebih banyak tidak terdengarnya. Kemana mana naik umum atau motor untuk menghindari macet. Terkadang ketemu orang baik, kadang orang jahat, kebanyakan cuek. Mungkin cuek karena capek. Jakarta masih ramai jam Sembilan. Masih banyak yang berdagang. Masih banyak yang menunggu orderan. Masih banyak yang melayani pelanggan. Ada yang sibuk telephonan, maklum sedang di rantauan. Karyawan mungkin sedang terkapar di kos-kosan. Pekerjaan menyita waktu seharian. Romantisme Jakarta belum ada tandingan. Mungkin aku yang belum pernah bepergian. Ya sudahlah, ini tentang Jakarta yang di foto mas tadi. Jakarta tempat berjuang. Ini link fotonya ...