Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tattle

Kataklisme

huru hara hebat Perubahan sosiopolitik yang membawa malapetaka -,- Ada beberapa hal yang eksak, diantaranya jarak dan waktu. 80 km dan 75 menit adalah waktu yang tidak bisa dikurangi dan rawan bertambah. Keduanya selalu saya hadapi tiap senin. Jam 5.30 kuda besi saya sudah harus berangkat, nyatanya sering molor sampai jam 6. Kadang saya kasihan, motor 105cc dipaksa memacu kecepatan sampai melampaui 100 km/jam namun nyatanya hanya mentok di 90km/jam. Getaran hebat mesinnya menemani sumpah serapah saya pada pengendara tak tahu aturan. Kadang saya heran dengan mereka. Macam-macam tingkahnya. Yang paling memuakkan adalah pelambat yang memaksa berjalan di tengah jalur, apalagi yang tidak memakai pelindung kepala. Jangan salah bila saya meneriakkan kata-kata kasar. Marah pun hak anda, tapi tolong hargai nyawa anda dan orang lain. -,- Saya tidak mengerti apa yang terjadi tahun 1998. Saya masih sd kelas tiga. Asik bekejaran bermain bentengan, sibuk merebut dan mempertahank...

24

Hari ini saya 24 tahun. Tiga tahun sebelum 27. Umur dimana Amy Winehouse, Kurt Cobain, dan Jimmy Hendrix sudah luar biasa dan... mati. Seperti garis finish, 27 nanti adalah deadline bagi saya. Tapi itu nanti, masih 3 tahun lagi. Sekarang saya tepat 24, mari sedikit bersyukur KepadaNya terhadap waktu yang telah lewat. Dan hell yeah saya tambah tua. Semoga semangat berbaginya lebih bertambah. Amin. 15-10-2012 07:34 dengan music pengiring dari Pure Saturday album “Grey”

konsekuensi

      Asus, laptop umur 4 tahun yang sudah kehilangan daya kalau tak lagi menancap ini menemani saya. Jam 11 tadi saya terbangun dengan masih memakai baju kantor hitam putih. Entah kenapa jam 7 tadi saya tertidur, terheran-heran bangun dengan baju kantor, dan menyesal telat sholat isya.       Kalau sudah tidak bisa tidur begini pasti macam-macam yang muncul dipikiran. Yang aneh, kenapa yang muncul kebanyakan adalah problem ? Kerjaan, hubungan sosial, persiapan diklat, dan banyak lainnya. Errrghh.       Tapi saya belum menyerah, saya masih berusaha menikmati. Beberapa masalah muncul karena konsekuensi  pilihan pribadi, buat apa menangisi. karena saya yakin, hasilnya indah pasti. Never Give Up! background sound: "wish you were here", Avril Lavigne -ga cocok emang, tapi lagune enak ndes- :D

Ini Bukan Tentang Sm*sh

     Tahu Sm*sh kan? Itu loh, boy band yang lagi ngetop dengan lagu "I Heart You"-nya. Yang sukses bikin hati remaja cewek, perasaan ibu-ibu, dan kejantanan cowok serta bapak-bapak bergetar (halah :hammer). Pasti tahu kan ya? :D      Jujur, gw bukan termasuk orang yang suka dengan lagu mereka. Gw bukan orang yang suka dengan musisi yang memakai format Boyband. Dulu sih suka, waktu jaman SD-SMP. Sekarang lebih universal, mana yang enak, cocok dengan mood dan inspiratif, itu yang gw suka.      Kadang gw heran dengan haters yang ga suka boy band ini. Klo ga suka, ya udah ga suka aja. Jangan dengarkan, atau kalau bisa main musik ya bikin aja yang lebih bagus. Kenapa harus mencela? Ga ada gunanya. Apalagi kalau yang mencela ga bisa main musik atau nyanyi. Aduuhh... belum tentu mereka bisa kayak yang dicela kan. Mending diem, dengerin yang lain, dan bersyukur orang-orang itu bisa sukses dengan jalan yang baik. Coba pikir, klo mereka sukses denga...

Meet My New Family

      Tepat sejak 6 desember 2010 gw punya keluarga baru. Keluarga yang awalnya gak pernah gw tahu. Bahkan kalau ketemu di jalan pun gw ga bakal ngeh, tapi itu dulu,. Sekarang setelah dipertemukan di kantor sebagai calon karyawan, kayaknya kalau ketemu ga bakal meleng lagi. Yang ada malah saling tendang, pukul, atau bahkan peluk dan cium. (ups!!) Hehehe       Ada 5 orang yang dari S1 dan ada 4 orang “mantan” temen gw sekampus dulu. Keluarga baru gw banyak yang berasal dari Malang. Cuma 2 orang yang berasal dari luar, satu dari Jambi, satunya lagi dari Lumajang. Bekgron (biar keliatan alay, hehe) keluarga ane macam-macam gan, tapi yakin deh ga ada yang dulunya penjahat. Tapi ga tahu juga kalo ada yang mantan germo. (waw!!).       Yah, untuk saat ini sih saya masih bersyukur kepada Alloh SWT dan orang-orang kepegawaian kantor pusat, tanpa Dia dan mereka, saya mungkin ga bakal ketemu dengan orang-orang yang agak-aga...

Desember

Segelas kopi torabika panas tersedia di meja. Uap panasnya mengepul, menawarkan aroma yang sangat menggugah untuk dinikmati di dingin hujan ini. Di belakangnyanya sebuah kalender menyisakan halaman terakhir untuk bulan terakhir tahun ini, Desember. Fotomu mengerling centil di desktop Laptop Asus di sisi lain meja. Tanpa program menyala, hanya minimize winamp yang menawarkan hiburan. Efek rumah kaca sedang bernyanyi sendu dengan hujan desembernya. Kopi, Foto, dan efek rumah kaca membuatku terlamun . Selalu ada, yang bernyanyi dan berelegi di bali awan hitam. Semoga ada yang menerangii sisi gelap ini menanti seperti pelangi setia, menunggu hujan reda Aku selalu suka sehabis hujan di bulan desember, di bulan desember Sampai nantu ketika hujan tak lagi meneteskan duka mengentas luka Sampai hujan memulihkan... luka. :dedicated to my lovely girl. Dihidup ini kita belajar mengenai arti hubungan, sayang, dan cinta. Amarah hanyalah bumbu. Tak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya m...
Ketika tak tahu bertengkar untuk apa | Ketika tak ada yang mengalah berebut mempersalahkan | Ketika hilang adamu| Aku rindu tawamu, kasihmu, perhatianmu..| love you honey. Sara Bareilles - Gravity Found at abmp3 search engine

NATO

NATO? North Atlantic Thread Organization? bukan, bukan itu. NO ACTION, TALK ONLY. Ya, saya merasa diri saya seperti itu. Shit!!! Jujur, saya sangat kecewa terhadap diri saya pribadi. Beberapa hari ini, Merapi menunjukkan kekuatannya. Masyarakat sekitarnya sangat sengsara. 50.000 lebih umat manusia mengungsi meninggalkan rumah mereka. Mereka butuh bantuan, pemerintah juga sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membantu. Tapi sayang, rumah saya jauh di ujung timur Pulau Jawa. Andai rumah saya di jawa Tengah, andai saya punya uang, andai andai andai. Saya benci berandai-andai. Saya hanya bisa beada disini menghujat diri sendiri yang tetap tidak bisa berangkat ke daerah bencana sana. NATO!!! Shit!!!

Monas, di Suatu Malam

Setelah mengantar kepulangan teman, kami singgah di taman sebelah stasiun. Kebetulan kami sedang ingin refresh dari hal-hal menjenuhkan ibukota. Setelah jepret sana jepret sini, kami pun pulang. Dengan saya yang langsung masuk angin.